Holiday in Watersplash Indihiang


Hello everyone....
I’m back with a new post. I want to share you about my holiday. Tapi, sebenernya ini tuh tugas akhirku (Kami maksudku) di tempat Prakerin (Praktek Kerja Industri). Nah, kami sedang berada di kawasan Watersplash Indihiang Tasikmalaya. Denger-denger nih, Watersplash ini merupakan Waterboom terbesar se-Priangan Timur, dan merupakan Waterboom pertama di Tasik. Tau gak berapa luasnya? Sekitar 4 hektaare! Luas kan? Nah, di Watersplash ini terdapat banyak wahana yang wajib dicoba. Mulai dari Fan House, Trampolin, Flying Fox, Tube Double Slide, Extrme Spiral, dkk; Whirpool atau kolam pijat, Arena ATV, dan Kolam Arus.
Tapi, waktu kami kesana, tidak semua wahana dioperasikan. Pertama, karena sedang melakukkan perbaikan dan pembangunan untuk wahana yang lainnya. Second and lastly, karena pada hari itu hari jumat. Jadi tak banyak pengunjungnya. Ya, syukur juga sih tak terlalu banyak pengunjung. Jadi gak ribet juga shootingnya.
Oh iya, kelupaan! Harga tiket masuknya Rp.12000 untuk hari Senin-jumat; Rp.15000 sabtu dan minggu. Nah, kalo wahana-wahana di dalamnya ada yang bayar lagi.
Udah ya cuap-cuap tentang Watersplashnya. Langsung aja deh liat pict-pictnya... cekidot..


Ini nih wahana yang akan menguji nyalimu (nyaliku sih sebenarnya). Aku sih gak nyoba Extreme Spiral, gak bernyali aku, temenku yang nyoba.

Yang ini Kolam pijat. Kedalemannya kurang lebih 1,3m.

Ini Kolam Arus. Keliatan, kan gak ada arusnya? Lagi gak dioperasiin T.T

Eh, ada lima cewek cakep numpang lewat... xixixixi...
Ini nih, para kru yang bertugas...


Temenku mau nyoba Trampolin. Tau gak gimana ekspresi dia setelah di lempar begitu saja oleh lelaki yang di belakangnya itu? seperti tak bernyawa! Hahahaha XP... aku sih Cuma nonton sambil ketawa-ketawa ngakak ngeliat dia (eh, iya sambil ng-Shoot juga...)
Yang ini aku juga gak berani nyoba... jadi kameraman aku, alasannya.

2 orang temanku mau nyoba Tube Double Slide nih. Nah, kalo yang ini aku nyoba. Ketagihan malah. Tapi, hanya berkesempatan sekali. Huhuhuhu.... Waktu di tikungannya, seperti di lempar-lempar nih badan.

Eh, dua temenku lagi yang nyoba Flying Fox. Wajah mereka tuh, udah keliatan deg-degannya. Tapi, setelah di introgasi, mereka malah seneng terbang dari ketinggian di banding di lempar-lempar di Trampolin tadi.


Dan Inilah Arena ATV. Seperti biasa, aku yang bertugas jadi kameraman nya. Jadi, gak kebagian naek ATV deh. Dan disini, merupakan akhir dari perjalanan kami menelusuri Watersplash Indihiang Tasikmalaya (jiaaah... bahasanya...)


Sebelum pulang, gak apa-apa kan kalo narsis dulu.. waktu pulang kan hujan tuh, tapi tetep aja aku beli Ice Cream.

Gomaweo yorobeun....

Mistake Lyric SNSD

Holla holla.. how can i get your attention readers?*nyanyi lagu Holla-nya J.cates*. Sudah lama tidak mengunjungi blogku tercinta... Untung saja aku tidak lupa passwordnya. Hahahah... ^^ 
Kali ini aku mau nge-share lirik lagu Mistake-nya SNSD. Tau ga, kalo yang nyiptain lagu ini adalah Kwon YuRi a.k.a Yuri SNSD. Waahh... daebak banget deh SNSD mah!! Oh ya, disini ada translate-nya juga. Jadi kalian bisa nyanyi lagu ini sepenuh hati karena udah ngerti artinya. Mau nangis biar lebih menghayati, juga silahkan. Jangan kaya aku, nangis nangis, gara-gara ga ngerti artinya huhuuu... T.T
Langsung aja deh*banyak bacot ya* chek this out.












[Jessica] Nan ajik jejarijyo
Yeojeonhi geudae gyeoteseo
Hemaeida jichyeoseo
[Seohyun] Oneuldo geudael maemdolda
Haru tto haru heulleo heulleoseo
Yeogikkaji ongeojyo
[Sooyoung] Almyeonseo apeun nae mam almyeonseodo
[Yoona] Utneun geudaega nal deo apeuge hajyo

[All] Nareur deo saranghage mandeulji mothan, Nae jalmosijyo
Naega deo saranghaeseo mandeureobeorin, Nae jalmosijyo
Nae maeum mankeum narreul deo
Saranghage haji mot haesseotdeon geoyeotjyo, Nae jalmosijyo

[Taeyeon] Eolmana deo manheun siganeul
Nunmureur heullyeo yahanayo
Geu yaksokmaneur mideumyeo
[Sunny] Gidaryeo dalladeon geojitmal
Ije sogatdeon nae yoksimdo
Jichyeo beorigo mangeojyo
[Hyoyeon] Almyeonseo apeun naemamda almyeonseo
[Tiffany] Geureohge moreun cheog useur sun eoptjanhayo

[All] Nareur deo saranghage mandeulji mothan, Nae jalmosijyo
Naega deo saranghaeseo mandeureobeorin, Nae jalmosijyo
Nae maeum mankeum narreul deo
Saranghage haji mot haesseotdeon geoyeotjyo, Nae jalmosijyo

[Yuri] Gajir su eoptneungeor almyeonseo
[Jessica] Meotdaero keojin nae maeumi
[Taeyeon] Honjaseo gidaridaga
Honjaseo huhoehadaga
Saranghan geotdo jalmosineyo

[All] Apeun jur almyeonseodo itjireur mothan, Nae jalmosijyo
[Taeyeon] Naega cham babo gatjyo

[All] Dachir kkeor almyeonseodo biuji mothan, nae jalmosijyo
modeun ge nae tasiradeo ([Sunny] Modeun ge nae tasiradeo)
Geurado gwaenchanhayo
Geudaeman itdamyeon

[Tiffany] Eonjekkajina
[Taeyeon] Ireon nal yongseohaejwoyo
Geudael saranghan nal

Translation
[Jessica] I'm still at the same place
I'm weary from wondering by your side
[Seohyun] Even today, as I was wandering
Day has passed again and again
Now I'm here
[Sooyoung] You know, you know that my heart is hurting
[Yoona] watching you smile makes my heart ache more

[All] For not making you love me more, It's my mistake
For loving you more than you love me, It's my mistake
For not making you love me
As much as I wanted you to, It's my mistake

[Taeyeon] How much longers must i cry
As I believe in that promise
I'm the only one trusting it
[Sunny] you lied to me to wait for you
Even my greedy side (for this love)
Has grown weary
[Hyoyeon] You know, you know my heart is hurting 
[Tiffany] You cant just ignore it and smile like that

[All] For not making you love me more, It's my mistake
For loving you more than you love me, It's my mistake
For not making you love me
As much as I wanted you to, It's my mistake

[Yuri] I knew I couldn't have you
[Jessica] But my heart just kept growing
[Taeyeon] For waiting by myself
For regretting by myself
It's my mistake, loving you

[All] For not letting you go, even though my heart was hurting
[Taeyeon] I'm such a fool

[All] I knew I would get hurt and couldn't let go, It's my mistake
Even though it could be all my fault
That's ok. As long as you're there

[Tiffany] Always
[Taeyeon] Please forgive me for being like this
The person who loved you

Sori sori ya kalo ada kesalahan tulisan dan artinya berbeda. Maklum bukan aku yang translate hehehe :D
Thank's for read.

Wake up Song lyric (Shinee Hello baby ep.11)

Annyeong yorobun!! I'm back with a new post. Aku mau ngeshare lirik lagu bangun tidur yang di Shinee Hello Baby. Tahu kan? itu lho yang di episode 11. inget kan? yang bikin Oppadeul pusing di pagi-pagi.. nih langsung aja simak. check this out.
oh ya yang mau donlot lagunya bisa klik disini

Donggun haega ddeoseumnida jarieseo ireonaseo
Jeil meonjeo ireul takkja uini araeni takkja
Sesuhal ddaeneun kkaekkeuti ijjok jeojjok mok takkgo
Meori bigo useuripgo geoureul bomnida
Kkok kkok ssipeo pabeul meokgo kabang mego insahago
Yuchiwone gamnida ssik ssik hage gamnida

Translation
The round sun has risen; get up from where you are
Brush your teeth first; brush your top and bottom teeth
Wash your face cleanly; wipe your neck here and there
Brush your hair and dress yourself; look in the mirror
Chew the rice thoroughly; put your backpack on and say goodbye
Go to the kindergarten; go with excitment

Weekend to Batukaras and Pangandaran beach

Tanggal 5 maret 2011. Pertama kalinya aku berkunjung ke Batu Karas. Padahal udah 16 tahun aku hidup dan tumbuh di dataran tinggi Sunda. ckckckck..... Ini semua gara-gara uang*Apa sih?? ga jelas banget!*
Okeh deh langsung aja aku cerita pengalamanku itu...
Sabtu pagi, sekitar pukul 05.30, aku sudah siap dengan ransel  yang ku tenteng. Dan dengan manisnya aku duduk di depan rumah untuk menunggu bus yang akan mengantar kami ke sana. Namun, betapa malangnya calon penumpang di bus itu. Itu kenapa? Karena bus itu mengalami keterlambatan. Bus itu datang pada pukul 06.30. Aaaaaahhh...... sial di buat menunggu selama satu jam. Padahal nih, dari hari kemarennya aku udah super excited mau pergi ke sana.
Singkat cerita, pada pukul 06.35, kami pun melaju dengan bus menuju ke Batu Karas. Selama perjalanan yang panjang dan seperti tiada akhir itu, ku habiskan dengan memandang jalan yang di penuhi dengan kendaraan.
haaah..... cape juga baru cerita segini. Udah ah, singkat lagi ceritanya.
Setelah menempuh perjalanan panjang itu, kami pun sampai di Batu Karas pukul 11.00(lama banget! sampe kram ni bokong!*emang ada?*)
hah.... indahnya pemandangan yang Allah ciptakan itu. Tapi, cuaca sangat tidak mendukung. Sampai di sana rintik hujan yang tidak begitu deras pun turun. Tapi, cuma beberapa detik sih... Nah aku mau share fotonya nih. Sori kalo kualitas gambarnya jelek. Apalagi cuaca yang waktu itu mendung.
yah... karena tidak terlalu banyak berfoto di Batu Karas. Jadi hanya foto itu aja yang bisa ku ambil. Setelah makan, kami pun melanjutkan perjalan ke Pangandaran.
Dan yang lebih menyebalkan hpku lowbatt, dan di sana pun aku tak bisa berfoto-foto ria... Aaaaahhh.... bener-bener tidak lucky dah... Tapi ku harap, nanti-nanti aku bisa berkunjung lagi ke sana dan berfoto sebanyak miungkin untuk ku pamerkan ke kalian semua...

FF: Oppa


          “Nara, gwenchana?”
          “Gwenchanayo.” jawab cewek yang dipanggil Nara itu. Namun wajahnya yang sendu menunjukkan kebohongan dari jawabannya.
          “Kalo kau baik saja, lalu kenapa wajahmu terlihat sedih? Hmm?” cowok itu pun kembali bertanya. Tak ada jawaban dari Nara, yang terdengar selanjutnya adalah isak tangis Nara. Cowok itu merasa terkejut melihat Nara menangis. Lalu, dia mengusap puncak kepala Nara, berusaha menenangkannya.
          “Uljima...” ucap cowok itu, masih mengusap-usap rambut Nara. Namun, cowok itu segera menarik Nara ke dalam pelukannya saat tangis Nara semakin menjadi-jadi.
          “Nara-ya! Kenapa kau menangis?”
          Lagi- lagi Nara tidak menjawab. Cowok itu pun semakin mempererat dekapannya.
          “Nara...”
          “Oppa...” panggil Nara pada cowok itu.
          “Ne?”
          “Kau terlalu kencang memelukku. Aku sulit bernapas.”
          “Ah, mianhae.” Cowok yang dipanggil Oppa itu segera melepas dekapannya pada Nara. Oppa mengusap air mata Nara yang masih mengalir.
          “Apa kau mau menceritakannya sekarang?” Oppa mengangkat dagu Nara dan menatap mata coklet Nara dengan penuh kelembutan.
          “Oppa.... Hiks... Aku menangis karena.... Huhuhuhuhuhuhuhu....” Nara kembali terisak. Oppa segera mengusap kembali air mata Nara.
          “Oppa hiks... Aku sangat.... hiks... lapaaaaaaaarrrr...... huhuhuhuhuhuhuhuhuhu....”
Oppa tersenyum mendengar jawaban Nara. Dia sudah sangat panic tadi.
          “Kaja.” Ajak Oppa sambil menarik tangan Nara.

FF: Dreams Come True


 Ini tuh sebenarnya FF yang dibuat oleh temenku. Dia ngasih FF ini diulang tahunku yang ke-17. Hope you pleased read this... Okasan, Gomaweoh... :)          
Tik… Tik… Tik…
            Suara detik jam tangan terdengar jelas di telingaku. Lho, kok bisa? Ya bisa dong, telingaku kan ultrasonik gitu, kayak kelelawar. Eh, nggak ding! Aku sengaja menempelkan jam tangan biru mudaku pada telinga. Aku terlihat bodoh, ya?
            Jangan salahkan aku karena wajahku tak kunjung berseri. Salahkan saja guru-guru yang nangkring di FO sana. Hampir saja mereka membuatku mati sia-sia karena bete yang menggerogoti waktuku kalau saja tidak ada makhluk tambun yang biasa ku panggil Okasan.
            Katanya hari ini akan dilakukan penyerahan siswa prakerin ke dunia industrinya masing-masing. Tapi ini? Sampai matahari ada di atas ubun-ubunku, nyatanya penyerahan itu tak kunjung jadi kenyataan.
            Ada apa sih ini, Okasan?” dengusku kesal.
            “Nggak tau. Tapi kayaknya penyerahan itu nggak jadi sekarang deh.”
            “Ya, tapi kenapa? Tau begini, lebih baik aku tidur di rumah atau menonton Onew-ku.”
            “Ngomong-ngomong soal Onew, ku dengar katanya dia ke Indonesia.” katanya serius.
            Aku langsung tertawa sampai mataku menyipit. Tak hanya itu, bahkan mataku sampai berair.
            “Pabo sekali Okasan ini. Mana mungkin Onew datang ke Indonesia selain untuk mengunjungiku, dia pasti akan mengabariku dulu.”
            “Tapi aku serius.”
            “Kau dengar kabar itu dari mana?”
            “Justru itu. Aku nggak tau kabar itu datang dari mana. Dari mana, ya? Kau tau?”
           

            Kakiku menendang kerikil hingga kerikil itu beradu dengan gerobak tukang siomay. Si abang siomay hendak melotot, tapi begitu melihatku dia langsung tersenyum. Idih, ngapain sih? Aku kasih tau, ya, Bang, aku ini udah punya suami!
            “Neng, jangan godain gerobaknya aja. Mang juga dong.” ujarnya dengan senyum nakal.
            Ih, amit-amit. Udah bulukan gitu masih godain anak orang. Inget umur, Bang. Sambil mendelik kesal aku bergegas meninggalkan si abang siomay yang sekarang lagi nyisir kumis baplangnya.
            Ya ampun, hari ini panas banget. Harusnya ojeg payung tuh nggak Cuma di musim hujan aja. Di saat-saat genting kayak gini kan perlu. Matahari, kamu geser dikit dong. Disuruh geser malah melototin, kan makin panas. Awan kelabu, ku mohon tutuplah mentari durhaka itu dengan jubah kebesaranmu. Kau juga, kenapa jalannya lelet banget sih?
            Aduh, mana lagi angkotnya? Lama banget. Kalau si abang angkot udah ada, bakal aku ceramahin dia: Bang, rezeki tuh jangan ditolak. Kan kasian anak istri abang. Udah tau rezeki itu susah dicari, kenapa nariknya lama?
            Angkot belum nongol, sendirian pula nunggunya. Umi, Unni sama Ilin masih sibuk ngurusin UAS susulan. Tiyan, udah dijemput super heronya. Okasan? Pastinya dia udah pulang kampung. Hah, semua ini gara-gara penyerahan itu gagal dilakukan. Ku dengar ada tamu istimewa yang datang ke sekolah sampai-sampai acara sepenting ini yang meyangkut hidup dan mati seluruh siswa kelas sebelas dibatalkan. Tamu penting macam apa, sih?
            Aku menoleh ke arah FO. Di sana masih ramai. Aduh, kenapa pandanganku menjadi ada efek blur-nya? Tuh, kan. Kadang jelas, kadang enggak. Kenapa, sih? Aku mengerjapkan mataku. Dan...
            Apa aku nggak salah lihat? Onew-kah itu? Aku menggosok-gosok mata. Kalau di sini ada balsem keramat milik Eyangku, aku pasti akan menggosokannya ke mataku biar jadi jreng (sadis banget). Ya, Tuhan, itu benar Onew-ku!
            “Onew-ya!” teriakku sambil berlari menghampirinya.
            Nara….” Teriak Onew sambi berlari dengan gaya slow motion.
            Jadilah aku dan Onew saling ber-slow motion ria di anatara orang-orang di sekitar kami. Aku nggak peduli matahari, aku nggak peduli angkot yang sudah nangkring, aku nggak peduli orang-orang, aku hanya peduli pada pertemuan dramatis antara aku dan suamiku, Onew.
            Kedua tangan Onew terbuka lebar hendak memelukku. Aku memejamkan mata menantinya. Lalu… Plok! Kedua wajah kami menempel manyun pada kaca bening yang bertuliskan: CLONG!
            “Clong! Bersih bening seperti tanpa kaca.” Entah dari mana, kalimat itu langsung mengudara.
            Ingin sekali aku memecahkan kaca besar yang mengacaukan pertemuan (tepatnya pelukan) kami kalau saja aku tidak melihat senyum Onew-ku yang manis. Tidak. Bukan manis. Tapi sangat manis.
            “Annyeong hasimnnika, Nara?” tanya Onew lembut sampai-sampai membuatku ingin pingsan.
            “Annyeong, Oppa.” jawabku tanpa melepaskan tatapannya.
            “Ini hari yang spesial.
            “Jeongmal? Mwo?” tanyaku penasaran.
            “Saengil chukahmanida.” jawabnya sambil memberikan setangkai mawar merah yang tak ku ketahui asalnya.
            Apa? Mimpikah ini? Kalau ini mimpi, ku mohon jangan bangunkan aku tidur dari tidur ini! Aaaaaaaaah…. Rasanya aku ingin menangis. Dan tanpa paksaan, mataku sudah basah kemudian.
            “Uljima…” desah Onew sambil mengusap-usap kepalaku.
            Aku menghapus air mata dengan punggung tanganku, tapi aku masih terisak. Bunga dari Onew sudah ku genggam erat-erat. Aku benar-benar nggak mau kehilangan apapun darinya.
            “Oppa, entahlah aku harus berkata apa–maksudku, aku senang sekali kau datang ke mari hanya untuk memberikan bunga ini di hari ulang tahunku.”
            Onew hanya membalasnya dengan senyuman yang – sumpah, bikin aku lemas.
            “Hoi! Onew! Cepat ke mari! Sekarang waktunya foto bersama!” teriak seorang bapak - bapak berkacamata bulat di pintu FO.
            “Yeah, sebentar lagi.”
            Apa? Apa Onew akan meninggalkanku? Tidak. Ku mohon jangan pergi, Onew. Jika kau lakukan itu, aku bisa mengeringkan mataku karena pasti aku akan menangis setiap hari. Bukankah kau tidak mau kehilangan telaga di mata indahku?
            “Kau akan baik-baik saja, kan?” tanya Onew.
            “Andwae.”
            “Wae?”
            “Jangan pergi, Oppa.” Isakku kembali muncul.
            “Aku harus pergi.” Onew menggenggam kedua tanganku.
            “Geuraeyo?”
            “Jaga dirimu baik-baik.
            Onew melepaskan genggamannya. Rasanya ada sesuatu yang membetot hatiku untuk keluar. Hatiku terbang mengikuti Onew.
            “Oppa…” panggilku pada Onew yang sudah berjalan.
            Onewku berbalik. Menatapku dengan tatapan yang berhasil membuat tulangku melolos. Lalu dia memelukku erat. Sangat erat. Aku merasakan kehangatan yang begitu damai. Mataku basah dalam dekapannya. Oppa…
            Tik… Tik… Tik…
            Suara detik jam tangan terdengar lagi dengan jelas di telingaku. Aku membuka mataku yang rapat. Pantas saja, aku menyimpan kepala di tanganku dan telingaku telah menempel pada jam tanganku.
            Onew? Mana Onew? Onew, oddie isseoyo?
            Aku melihat sekeliling. Tidak ada Onew di sini. Ternyata aku tertidur di ruang kerjaku. Kemana yang lain? Ah, mungkin mereka sedang jajan di luar. Biarlah. Lalu, Onew? Onew? Kau di mana?
            Aku melihat sebuah bungkusan berwarna ungu muda di atas mejaku. Apa itu surat dari Onew? Lalu aku membukanya. Ku baca, ya……
            DREAM COMES TRUE (jeongmal?)

FF: Sweet Romantic Song

          Ku tatap langit malam yang bertabur bintang, sambil menunggu Oppa yang sedang bersiap untuk menyanyi dengan diiringi gitar.
            “Nara.” panggilnya disertai senyuman yang selalu berhasil membuatku melted melihatnya. “Sebelum aku bernyanyi, aku ingin mengucapkan saengil chukahamnida. Ini ulang tahunmu yang ke-17, kan? Kalo kata orang Walanda mah, sweet seventeen.” lanjutnya dengan begitu jayus, tapi itu membuatku tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya berbicara seperti itu dengan logat Sunda yang aneh.
            “Ehem ehem.” Oppa berdeham sejenak lalu mulai memetik daun teh di Puncak*plak*memetik senar gitar. Lalu ia pun memejamkan mata sipitnya.
            “@*%!#*&!%??” Entah lagu apa yang dinyanyikan Oppa. Lagunya terdengar sangat aneh dikupingku, apalagi ditambah suara Oppa yang sengaja dibuat bervibra seperti kodok.
            “Oppa.” selaku untuk menghentikan nyanyian anehnya.
            Oppa pun berhenti bernyanyi dan membuka matanya. “Wae? Apa lagunya tidak enak didengar?”
            “Bukan tidak enak lagi. Lagunya terdengar sangat aneh.”
            “Jinja?”
            Aku mengangguk untuk meyakinkannya.
            “Lalu, aku hatus menyanyikan lagu apa?”
            “Terserah. Yang penting romantis. Bukankah kau sudah berjanji akan menyanyikan lagu yang paling romantis untuk istrimu ini, Oppa?”
            Oppa menatap mata cokelatku, lalu tersenyum dengan manis. “Ne. I’ll sing a romantic song for you. Listen.”
            Dia mulai memetik gitar lagi dan memejamkan matanya, lalu mendendangkan intro lagu yang akan ia nyanyikan. Aku mulai terhanyut dengan intro lagu yang akan dinyanyikannya. Dan, akupun menutup mataku untuk mendengarkannya lebih seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya.
            PLAK!
(Emangnya Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Pake ada ‘dalam tempo yang sesingkat-singkatnya’ segala.)
            “Nuna neomu yeoppeoseo. Namjadeuri-“
            “Tunggu!” selaku lagi sambil terperanjat dan membuka mataku. Oppa pun sama, dia membuka matanya dengan kaget.
            “W w -wae?” tanyanya tergagap seperti Aziz Gagap.
            “Aku bukan Nuna, Oppa.” Langsung saja ku pasang muka cemberutku karena dipanggil Nuna.
            “Er, Mianhae, chagiya.” Baiklah akan ku ubah. Ehem ehem.” Ia kembali berdeham dam memetik senar gitar.
            “Dongsaeng neomu yeoppeo. Geu geunyeoreul boneun naneun micheo. Ha hajiman ijen jicheo. Replay replay replay.”
            Oppa menyanyikan lagu itu sampai akhir dengan suara merdunya. Aku mendengarkannya sambil menopang dagu dengan kedua tanganku disertai senyuman yang terus mengembang seperti adonan rotinya Kim Tak Gu.
            Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Oppa menyimpan gitarnya, lalu berjalan ke arahku. Diapun duduk di hadapanku dan menggenggam kedua tanganku. Dia tersenyum begitu manis, mengalahakan gula tebu, gula pasir, gula merah, gula kuning, gula ijo, dan jadilah gula pelangi (???? Super gaje!). Aku membalas senyumnya dengan senyum termanisku, yang membuat mataku menyipit ketika menunjukannya pada Oppa.
            “Eotteyo? Choayo?” tanyanya tanpa menghilangkan senyumnya sedikitpun.
            “Ne. Choayo.”
            Oppa mengelus punggung tanganku dan terus saja menatapku. Hal itu membuat pipiku merona, buka kemerahan lagi, tapi merah busuk!
            “Oppa.”
            “Ye?”
            “Nyanyikan lagi lagu romantis untukku.”
            Dia berpikir sejenak, lalu menjawab “Baiklah. Tapi, jangan pake gitar, ya. Soalnya jariku sudah sangat sakit.” Segera saja ku periksa jari-jarinya dan meniupi bekas senar gitar yang terukir di jari-jarinya.
            “Apaseo?” tanyaku khawatir. Oppa hanya mengangguk.
            “Gokjeongma. Aku akan menyanyikan satu lagu lagi untukmu. Maukah kau mendengarkannya lagi?”
            “Please.”
            “Ehem ehem.” Dia kembali berdeham sebelum bernyanyi. Segera saja ku sodorkan permen Heksos. Dia hanya mengerutkan keningnya melihat permen yang sudah tersodor di depan hidung mancungnya.
            “Sepertinya, tenggorokanmu gatal, Oppa.” Jelasku, menjawab kerutan di keningnya itu.
            Dia kembali tersenyum dengan lembut. “Aku berdeham, bukan karena tenggorokanku gatal. Tapi, aku menginginkan suara yang keluar menjadi lembut tanpa hambatan di tenggorokanku. Araseo?”
            “Ne, algeuseumnida, Oppa.”
            Dia pun kembali berdeham, dan aku tak menyelanya.
            “Ehem… Boga ka bogoh jauh.. Meuntas laut…”
            GUBRAK!
            Aku pikir dia akan menyanyikan lagu romantis apa. Ternyata lagu Long Distances Girlfriend nya Darso, tho.
            Tapi, Oppa memang benar-benar romantis. Dia berusaha menyanyikan lagu ini dan mempelajarinya, meskipun kata-katanya sangat asing di lidahnya. Tapi, Gomaweoh Onew oppa. Kau selalu di hatiku.
            “Kau juga selalu di hatiku.” Ucapnya setelah menyanyikan lagu itu, seolah menjawab kalimat yang ku pikirkan barusan. Lalu dia mengecup keningku dengan lembut.
            Benar-benar Sweet Seventeen…..
            In my imagine……

February, 1st 2011
            21.05

One Day In Kampung Naga

Today i will persent about Kampung Naga*jiaaah bahasanya kaya orang yang mau presentasi aja*
Iya. Hari ini aku bakal ngeshare liburanku kemaren ke Kampung Naga with my lovely friendship. Tepatnya pada tanggal 25 desember 2010 tahun lalu.
Sedikit deh pengetahuan tentang Kampung Naga. Ku kutip dari wikipedia.


Kampung Naga  dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan Ieluhumya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.
Secara administratif Kampung Naga termasuk kampung Legok Dage Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.
Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer.
Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga. Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur.

 Tau gak kemaren waktu aku ngitung tangganya ada 436, sedangkan temen-temenku ada yang 438, 437. Pokoknya perhitungan kita tuh bakal beda ama yang lainnya. Langsung deh aku share foto-foto kemaren. cekidot!

Nah pas pertama masuk kawasan Kampung Naga, mata kalian akan di suguhkan dengan Monumen Kujang Pusaka ini nih. next..


hehehe.. Narsis dulu di depan Monumen Kujang Pusaka..

Ini pas masuk ke kawasan perkampungannya abis meniti tangga yang tiada akhir itu, kami pun menemukan perkampungannya yang masih asli.
Nah selanjutnya, foto-foto narsisku dan temen-temen selama di Kampung Naga..










Nah, segitu aja nih yang bisa ku share.. semoga kalian berminat untuk berlibur ke Kampung Naga.. thanks...

Onew spicy finger



lucu banget deh liat korban spicy finger nya Onew... bikin ngakak ngeliat penderitaan Korbannya.. huahhahahahahahahakekkekekek(keselek)

FF : Detective OnKey

Cast:
Shinee Onew & Key
Super Junior      
Author: Nara (Deris Nurjamilatul A.)
Genre: Comedy

Ini FF ku yang pertama, sedikit gaje(gaje banget malah)... akhirnya ga jelas sih, detektif-deteiktifannya juga dikit. tapi, hope readers pleassed my story :)


 Siang ini Onew dan Key berkunjung ke Dorm seonbae - seonbaenya, Super Junior. Mereka pergi ke Dorm lantai 12 terlebih dahulu untuk menemui sang leader, Leeteuk dan tetua Super Junior lainnya. Ternyata disana ke - 10 member Super Junior tengah berkumpul dan sepertinya telah terjadi sesuatu.
            “Annyeong haseyo.” sapa Onew dan Key bebarengan sambil membungkukan badan mereka. Sepuluh orang yang tengah berdiskusi itu menoleh pada mereka berdua, namun selanjutnya kawanan Super Junior itu kembali berdiskusi tanpa menghiraukan Onew dan Key.
            “Key, apa kita dicuekin?” tanya Onew pada dongsaengnya itu.
            “Tidak hyung. Kita hanya tidak dihiraukan saja.” jawab sang dongsaeng yang dibalas Onew dengan pelototan mesra*aku juga mau dong!!(???)*. Key menarik tangan Onew untuk mendekat ke seonbae - seonbaenya.
            “Annyeong haseyo! Urineun SHINee imnida!” ucap Key lantang. Sekali lagi, semua member Super Junior menoleh cukup lama pada Onew dan Key. Itu membuat sedikit harapan pada Onew dan Key, merekapun memasang senyum terindah mereka. Namun pupuslah sudah harapan mereka, karena Leeteuk kembali mengajak dongsaeng - dongsaengnya untuk berdiskusi tanpa memedulikan kehadiran dua makhluk itu.
            “Jadi, Heechul - ah kapan terakhir kali kau melihat Heebum?” tanya Leeteuk dengan serius.
            Heechul berpikir sejenak, lalu menjawab dengan mantap, “Tadi pagi. Tidak hanya melihat tapi aku memberinya makan dengan nasi goreng kimchi buatan Wookie.” Ia menganggukan kepalanya.
            “Pantas saja nasi goreng tadi berkurang porsinya, ternyata hyung yang mengambilnya untuk Heebum.” sahut sang koki Super Junior itu.
            “Apa hyung yang mengambil piring keduaku?” tuduh Eunhyuk yang pagi tadi kehilangan piring keduanya, sehingga Ryeowook harus memasakan lagi untuk Eunhyuk.
            “Mana ku tahu itu piring siapa. Aku hanya mengambil yang tersisa di meja.” elak Heechul.
            “Hyung - ah kenapa tak bilang dulu dan malah mengambil jatah makannya Eunhyuk hyung? Aku jadi harus memasak dua kali, kan cape hyung kemarin kita baru selesai konser.” protes Ryeowook*aaahh.. Wookie sini aku peluk biar gak cape(????)*
            “Iya hyung. Dia kan semakin cape. Kau tidak berprikokian sama sekali.” ucap Donghae, seolah dia tak pernah membangunkan Wookie tengah malam hanya untuk memasakan makanan untuknya.
            “Pardon me. Can we help you?” dua makhluk terlupakan itu kembali mengeluarkan angel voice nya. Leeteuk yang pertama menoleh, terkejut setengah mateng sampai terjengkang dari sofa melihat makhluk di depannya. Yang lainnya pun sama, malah yang lebih parah, asmanya Heechul kumat. Nggak ding! Heechul hanya megap – megap aja kayak ikan mujair.
            “Sejak kapan kalian disini?” tanya leeteuk setelah mengatasi rasa keterkejutannya.
            “Kami sudah dua kali menyapa seonbae. Tapi, seonbae tidak menghiraukan kami. Malah kalian sempat menatap kami cukup lama, tapi tetap saja kalian tidak menghiraukan kami. Kalian terus saja berdiskusi tentang Heebum dan blah blah blah….” Key terus saja nyerocos ini itu tentang kekesalannya karena ketidak pedulian seonbae - seonbaenya terhadap kehadiran mereka berdua. Onew hanya diam sambil berpangku tangan dan mengamini setiap perkataan Key.
            “Mianhae namdongsaeng. Anjeuseyo.” ucap Leeteuk dengan penuh rasa sesal setelah Key mengakhiri cerocosannnya dan mempersilakan mereka untuk duduk.
            “Memangnya kalian mau ngapain datang ke sini?” tanya Kyuhyun sinis.
            “Kami mau mengunjungi para tetua dan meminta nasihat dari kalian. Terutama Leeteuk seonbae.” jawab Onew tak menyadari nada sinis dalam pertanyaan Kyuhyun, Onew malah menempel pada Teukie yang merupakan leader favoritnya.
            “Lalu, mana yang lainnya?” tanya Sungmin dengan senyum ramah menghiasi wajahnya.
            “Iya, yang lainnya mana? Minho, Jonghyun dan Taemin.” kali ini Shindong yang bertanya.
            “Iya. Kenapa kalian tidak membawa Baby Taemin ke sini?” Yesung bertanya  dengan antusias. Dan itu membuat kecemburuan pada Wookie yang merupakan Dormmatenya. “Hyung! Jadi kau lebih menyukai Taemin di banding aku?”
            “Aniii..” sanggah Yesung sambil menggelengkan kakinya*plak*kepalanya, lalu merangkul dongsaengnya dan mengucapkan, “Saranghae nae dongsaeng..!!”
The end…(?????)
            “Memangnya Taemin kemana?” tanya Wookie dalam rangakulan Yesung*sebenaranya aku yang ada dalam rangkulan Yesung(abaikan!!)*
            “Taemin ada di kamarnya. Dia tengah mengunci diri di kamarnya, dia bilang mau bertapa untuk jadi Kuncen Gunung Bromo.”
            PLAK!
            Kecupan manis tangan Onew mendarat di pipi Key. “Ngawur aja kalo ngomong! Bukan jadi kuncen Gunung Bromo, tapi the next Mbah Maridjan!” jawab Onew lebih ngawur lagi. 
            “Eh, Minho lagi latihan futsal ya?” tanya Siwon yang baru mengeluarkan suaranya. Ternyata setelah diselidiki Siwon dari tadi lagi ADDS(Asik Dengan Dunia Sendiri)dengan ponselnya.
            “Iya seonbae. Memangnya kenapa?” tanya Key sambil memegangi pipinya yang masih panas terkena sengatan ikan pari*plak*tangan Onew.
            “Dia ngajak main futsal. Ada yang mau ikut?” tawar Siwon pada yang lainnya.
            “Lalu Jonghyun kemana?” tanya Leeteuk tanpa menghiraukan tawaran Siwon dan mengajak dongsaeng - dongsaeng lainnya mengobrol lagi. Siwon hanya dapat mengelus dadanya mendapatkan leader yang katanya punya julukan ‘Angel Without Wings’ itu.
            “Aku pergi dulu.” pamit Siwon pada semua orang yang ada di Dorm. Mereka tetap tidak menghiraukan kepergian Siwon dan tetap mengobrol.
“Jonghyun hyung sedang kencan dengan yeoja chingunya. Sudah lama mereka tak bertemu.” jawab Key sambil mengedipkan matanya.
“Dan Taemin?” tanya Heechul.
“Dia sedang mengunci diri di kamar - “ tiba - tiba saja Yesung menarik kerah baju Onew. “Awas saja kalau kau menjawab ngawur lagi. Akan ku masukan kau ke SuJu KRY.” ancam Yesung pada Onew, yang merupakan ancaman yang menggiurkan bagi Onew.
“Benar kok dia sedang mengunci diri di kamar, karena besok dia akan UAS.” jawab Key membela hyungnya. Dia tak rela Onew masuk ke SJ KRY, karena Onew hanya milik SHINee. Tapi, yang sebenarnya sih, Key yang ingin masuk ke SJ KRY menggantikan Kyuhyun.
#PLAK! BLETAK! Key mendapat tamparan dan jitakan dari Kyuhyun dan Onew#
“Oh ya seonbae, tadi ku dengar kalian sedang meributkan Heebum. Memangnya kenapa dengan kucingnya Heechul seonbae?” tanya Onew pada Teukie.
“Nganu, itu lho, Heebum ilang dari tadi pagi, setelah Heechul memberinya makan.” jawab Teukie dengan sedikit logat Jawa.
“Ooooh..” koor Onew dan Key serempak. Mereka berdua pun mengelus dagu seperti Sherlock Holmes yang sedang berpikir*emang kaya gitu ya Sherlock Holmes kalo lagi mikir?* lalu mereka saling berpandangan.
“Tenang saja seonbae. Serahkan semuanya pada kami!” tiba - tiba saja mereka berdua bertransformasi menjadi Detektif Conan dan Heiji Hattori, cuma gayanya aja sih.
“Cheoneun Conan Edogawa. Mian, maksudku Key Edogawa, Detektif.” ucap Key sambil memegang bingkai kacamata Conan*tau dateng dari mana tuh kacamata*
“Dan aku Onew Hattori. Detektif SMU dari barat.” Onew membetulkan letak topinya ke depan.
“Urineun Detektif OnKey!” ucap mereka berdua sambil saling berpunggungan.
“Sudahlah tak usah banyak gaya. Apa kalian bisa menemukan Heebum?” Kyu kembali bertanya dengan nada sinis dan membuyarkan transformasi Onew dan Key.
“Seonbae – ah, kenapa dari tadi sinis terus pada kami? Apa seonbae tak menyukai kami?” tanya Key yang memang menyadari nada sinis pada setiap pertanyaan Kyu.
“Aniyo. Aku hanya sebal pada kalian berdua.” ucap Kyu santai.
“Kyu!” tegur Sungmin pada dongsaengnya itu. Kyu hanya nyengir innocent.
“Sudah sudah. Nah, sekarang apa yang akan kalian lakukan untuk menemukan Heebum?” tanya Leeteuk.
Detektif OnKey pun berbalik memunggungi Leeteuk dan yang lainnya, saling berbisik. Lalu merekapun kembali menatap seonbae – seonbaenya dengan senyum mantap menghiasi angel face mereka.
“Baiklah. Kami memutuskan untuk olah TKP terlebih dahulu.” Onew mengatakannya dengan mantap seperti seorang polisi. “Heechul seonbae, tolong tunjukan TKP menghilangnya Heebum.” tambah Onew. Heechul pun bangkit dari kuburnya*plak*dari duduknya.
“Ayo.” ajak Heechul pada mereka berdua.
“Oh ya, selama kami bertiga di TKP, jangan ada yang bergerak sedikitpun.” pesan Key sebelum meninggalkan ruang tamu.
“Masa kita harus jadi patung?” tanya Wookie polos.
“Maksudnya kita tidak boleh pergi ke mana – mana dari tempat kita duduk selama mereka melakukan olah TKP.” jelas Sungmin dengan sabar.
“Lalu, kalau kita tidak boleh pergi ke mana – mana, bagaimana-“
“Wookie…” geram Sungmin sebelum kepolosan Wookie yang menyebalkan itu berlanjut lagi. Wookie hanya tersenyum polos seperti anak kecil.
“Tunggu.” tahan Eunhyuk pada Onew, Key dan Heechul. “Apa kalian menuduh salah satu dari kami yang menghilangkan Heebum?” selidik Eunhyuk.
“Bisa saja kan salah satu dari kalian ada yang berbuat jahil.” jawab Key.
Semua pasang mata langsung memandang ke arah Kyu. “Apa??? Memangnya kalian pikir aku yang menyembunyikan Heebum?” protes Kyu.
“Aniyo. Mendengar kata ‘jahil’ refleks pandangan kami tertuju pada kau.” ujar Leeteuk pada si evil magnae yang memang selalu berbuat jahil pada hyung – hyungnya.
Kyu mendengus sebal. “Sudahlah sana, kalian temukan Heebum agar aku tak di tuduh lagi.”
Heechul pun membawa Onew dan Key ke TKP menghilangnya Heebum. Merekapun mulai menganalisis semuanya, Heechul hanya menonton dua dongsaengnya sambil sesekali mencak – mencak melarang OnKey menyentuh barangnya.
“Baiklah.” ucap Key setelah melakukan olah TKP.
“Setelah melakukan olah TKP, dapat kami simpulkan bahwa Heebum benar – benar menghilang.” ucap Onew mantap setelah mereka berkumpul kembali di ruang tamu.
“Lalu untuk menemukannya?” tanya Shindong.
“Untuk menemukannya…” Key menatap Onew dan mereka pun saling mengangguk. “Untuk menemukannya, kita berpencar.”
GUBRAK!
Sembilan member Super Junior langsung kejengkang mendengar itu.
“Kalau begitu sih, tadi kalian tak usah olah TKP segala.” ucap Heechul masih sebal karena mereka menyentuh barang – barangnya. Heechul memang tak suka barang – barangnya disentuh orang lain.
“Tanpa kalian juga, kalau dengan cara itu kami juga bisa.” ujar Leeteuk yang telah tertipu dengan penampilan meyakinkan a la detektif mereka.
“Yeee…. Tadi seonbae malah berdiskusi bukannya langsung mencari Heebum.” elak Key.
“Sudahlah. Kenapa tidak segera kita mencari Heebum? Nanti Heebum keburu menghilang lebih jauh lagi.” sela Donghae untuk menengahi situasi yang mulai agak ‘memanas’.
Lalu, merekapun segera membagi kelompok dan mulai berpencar untuk mencari Heebum.

3 jam kemudian…
“Haaah... Aku cape, lebih baik kembali ke Dorm.” keluh Kyuhyun setelah tiga jam melakukan pencarian Heebum yang tak kunjung membuahkan hasil.
“Iya. Aku juga cape. Mana kita tak menemukan Heebum lagi.” Ryeowook juga ikut – ikutan mengeluh.
“Sungmin hyung, ayo kita pulang.” ajak Kyu pada Sungmin. Namun tak ada jawaban dari hyungnya itu. Lalu ia menatap pada Ryeowook. Ryeowook hanya menelengkan kepalanya ke arah toko pernak – pernik yang ada di belakang mereka.
Kyu memutar bola matanya. “Aish.. Hyung satu ini. Ayo.” Kyu dan Wookie pun memasuki toko itu dan mendapati Sungmin yang tengah asik memilah dan memilih pernak – pernik pink di toko itu.
“Aigo.... cutie cutie semuanya.” ujar Sungmin ketika ia melihat pernik pink yang lucu di depannya.
Kyu menepuk pundak Sungmin. “Hyung, ayo pulang.”
“Wah, yang ini juga lucu.” Sungmin tak menghiraukan Kyuhyun, dia malah melengos mencari pernik pink lainnya.
Kyu kembali menatap Wookie. Wookie hanya mengangkat bahu. Lalu mereka berduapun berjalan ke arah Sungmin yang sedang ADDS.
“Wuaaaahh.... kacamata itu lucu sekali! Pink pula warnanya.” Teriak Sungmin ketika melihat kacamata berbingkai pink. Segera saja ia berlari menghampiri counter kacamata itu dan mengambilnya. Namun, ketika tangannya menyentuh kacamata itu, ada tangan lain yang juga menyentuh kacamata itu. Sungmin pun menoleh pada si pemilik tangan itu. Dan hal serupa pun di lakukan oleh pemilik tangan itu.
“Seonbae!!” histeris Key melihat Sungmin yang berdiri di depannya dengan tangannya yang menyentuh kacamata pink yang di incar Key. Ternyata pemilik tangan itu adalah Key yang memang penggila warna pink juga.
“YA!! Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Sungmin kaget mendapati Key dan Onew berada di toko ini.
Key langsung menyikut Onew yang berdiri di sebelahnya. Onew yang tengah asik menjilati ice creamnya merasa terusik dengan sikutan maut Key. “Apa?!” teriak Onew pada Key. Melihat Key yang melongo, Onew mengikuti arah pandangan Key yang membuatnya melongo.
“Ya! Seonbaedeul sedang apa di sini? Kalian tidak mencari Heebum?” tuduh Onew ketika mendapati Sungmin, Kyu dan Wookie berada di toko ini.
“Lah kalian berdua juga sedang apa di sini? Kalian kan yang mengusulkan untuk berpencar dan mencari Heebum. Tapi kalian malah santai saja.” kali ini Ryeowook angkat kaki*plak*bicara.
“Kami hanya sedang istirahat.” elak Onew yang di yakinkan dengan anggukan Key.
“Kalian juga tak menemukan Heebum kan?” tanya Kyu.
“Kalau kami sudah menemukan Heebum, tak mungkin sekarang kami berada di sini. Kami pasti sudah ada di Dorm kalian dan mengabari kalian kalau Heebum sudah kami temukan.” Jelas Key panjang lebar.
“Sudahlah. Banyak bicara sekali kau. Ayo kembali ke Dorm. Aku sangat lelah.” Kyu mengajak mereka untuk pulang ke Dorm.
“Tapi..” sahut Sungmin dan Key sambil menatap kacamata yang mereka incar tadi.
“Aaaah... ayo pulang.” Kyu menyeret paksa tangan Sungmin dan Key. Ryeowook dan Onew saling tatap. Tapi, pandangan Ryeowook tertuju pada ice cream di tangan Onew. Onew menyadari hal itu dan segera menjauhkan ice creamnya dari tatapan Ryeowook. Ryeowook kembali menatap Onew dengan tatapan memelas. Onew yang tak tahan melihat tatapan memelas Ryeowook  dan segera saja ia menutup matanya dan menyusul Kyu dan yang lainnya.

Dorm Super Junior
“Kami pulang...” sahut Ryeowook sesampainya mereka di Dorm. Ternyata enam member Super Junior lainnya sudah kembali ke Dorm.
“Aaaahhh.. akhirnya kalian pulang. Apa kalian menemukan Heebumku?” sambut Heechul dengan pertanyaannya seputar Heebum.
Kyu, Ryeowook dan Sungmin hanya menggeleng lemah sebagai jawaban.
“Nah, apa kalian menemukan Heebum?” tanya Heechul sambil mengguncang – guncang Onew dan Key melihat mereka yang berada di belakang Kyu, Ryeowook dan Sungmin.
Onew dan Key pun menggeleng tak berdaya. “Mianhamnida seonbae.” ucap mereka berdua dengan penuh sesal sambil membungkukan badan 90°.
Heechul kembali bermuram durja. “Heebum – ah..... kemanakah dirimu????” teriak Heechul frustasi.
Semua orang yang berada di ruangan itu merasakan kesedihan yang sama seperti yang di rasakan Heechul. Termasuk Onew dan Key, yang merasa sangat menyesal tidak bisa menemukan Heebum. Padahal mereka sudah bergaya a la detektif segala. Tapi apa? Kami malah mengecewakan Heechul seonbae. Begitulah yang di rasakan Onew dan Key.
TEEEET….. TEEEEET…
Terdengar suara bel.
“Bukakan pintunya Wookie.” perintah Leeteuk pada Wookie. Segera saja Wookie membukakan pintu.
“KIBUM!!” teriak Wookie. “Masuk, masuk.” ucap Wookie senang. Kibum pun segera masuk tak lupa dia memberikan senyum ramahnya pada hyungnya ini.
“Hey, lihat siapa yang datang.” ucap Wookie pada yang lainnya. Semua orang yang sedang bersedih itu menoleh dengan malas pada seseorang yang berada di belakang Wookie. Lalu Kibum pun maju ke hadapan hyung – hyungnya.
“Annyeong haseyo hyungdeul!!!” sapa Kibum sambil membungkukan badannya. Member Super Junior lain terperangah melihat kedatangan Kibum termasuk Onew dan Key. Karena sudah lama Kibum menghilang dari peredaran.
“Eh, kalian berdua juga di sini? Annyeong.” sapa Kibum pada Onew dan Key. Onew dan Key pun membalas sapaan Kibum dengan membungkukan badannya.
“Kibum – ah!” teriak Heechul histeris sambil berlari memeluk Kibum. Member Super Junior lain pun melakukan hal yang sama. Mereka pun menodong Kibum dengan berbagai pertanyaan setelah melepaskan pelukan kangen mereka.
“Kibum – ah, apa kau akan kembali bernyanyi?” tanya Donghae yang sangat merindukan dongsaengnya yang satu ini.
“Kibum – ah, apa kau tak merindukan kami?” tanya Shindong.
“Kibum hyung, tahun depan kau akan ikut rekaman dengan kami kan?” kali ini Kyu yang bertanya.
“Iya, Kibum. Ayo kita kembali nge-rap bersama.” ujar Eunhyuk yang merasa kehilangan teman rapnya.
“Kibum, apa kau sudah tak berminat lagi dengan dunia acting dan memutuskan untuk tetap focus pada karier menyanyimu di Super Junior?” tanya Sungmin panjang lebar.
“Apa benar itu Kibum – ah?” tanya Yesung. “Lebih baik kau focus pada Super Junior saja.” tambah Yesung.
“Betul itu Kibum. Lebih baik kau focus pada Super Junior, karena tahun depan aku dan Heechul akan mengikuti Wamil.” Kali ini sang leader yang mengungkapkan.
Sementara itu…
“Key, apa kita kembali dilupakan?” tanya Onew yang sedari tadi berdiri di pojok ruangan sejak kedatangan Kibum.
“Bukan di lupakan, tapi terabaikan.” jawab Key yang di balas Onew dengan tatapan lunglai sesudah di lupakan oleh seonbaedeul Super Junior.
“Sudahlah tak usah membrondongi Kibum dengan pertanyaan terus, biarkan dia duduk dulu.” ucap Ryeowook, kasihan pada Kibum yang sedari tadi berdiri dan di tanya terus menerus oleh hyung dan dongsaengnya tanpa di berikan kesempatan untuk menjawabnya.
Mereka semua pun duduk terkecuali dua orang yang terabaikan itu, mereka tetap berdiri di pojok ruangan. Ryeowook segera melesat ke dapur untuk mengambil minum dan kudapan untuk di suguhkan pada tamu special mereka.
“Lho, mereka berdua kenapa tidak duduk?” tanya Kibum yang menyadari dua orang terabaikan itu.
“Ya! Aku lupa kalau ada mereka berdua.” gumam Leeteuk innconet. “Kenapa kalian diam saja di sana. Ayo duduk.” Leeteuk tersenyum garing pada Onew dan Key.
“Hyung, mianhae. Kedatangan ku ke sini bukan untuk kembali bernyanyi lagi dengan kalian. Tapi aku hanya mau mengambil perlengkapan makan dan tidurnya- ”
“Memangnya siapa yang mau pindah dari Dorm ini?” Leeteuk bertanya dengan panic.
“Aniiiii..” jawab Kibum jadi geregetan, karena Leeteuk memotong perkataannya.
“Lantas?” Tanya Sungmin penasaran dengan kedatangan Kibum.
“Aku datang ke sini mau mengambil peralatan makan dan tidurnya Heebum.” Jawab Kibum yang sukses membuat member Super Junior dan OnKey kebingungan. “
Tadi pagi, Heechul hyung menitipkan Heebum padaku. tapi, dia lupa membawa peralatan makan dan tidurny Heebum. Lalu dia bilang akan membawakannya siang ini. Tapi ku tunggu sampai sore, hyung tidak datang. Jadi ku putuskan untuk datang ke sini.” Jelas Kibum menjawab kebingungan orang – orang di depannya.
“Menitipkan?” ulang semua orang yang ada di hadapan Kibum, terkecuali Heechul, dia menundukan kepalanya dan mengetuk – ngetuk kepalanya sambil bergumam, “Pabo pabo pabo!*ipin mode on*”
“Iya.” Kibum menganggukan kepalanya untuk meyakinkan penjelasannya.
“Oh.. Ternyata begitu kebenarannya.” Ucap Leeteuk dengan nada menyeramkan. Lalu ia menatap Heechul dengan tatapan membunuh, tidak hanya Leeteuk tapi yang lainnya pun sama. Yang ditatap malah nyengir kuda.
“Ayo Kibum kita ambil perlengkapannya.” Heechul segera berdiri dan berniat segera kabur dari para pemburu yang sedang kelaparan. Tapi, Kyuhyun yang duduk didekat Heechul dengan gesit segera menarik tangan Heechul.
“Tunggu dulu hyung.”
“HUAAAAAAA……. KIBUM tolong aku!!!!” teriak Heechul yang sudah di kelilingi oleh orang – orang yang telah di buat uring – uringan olehnya.

Onew in Music Core

Onew will be WGM with Seungyeon Kara

Yong hwa & Seohyun In We Got Married

Powered by Blogger